Bingung Pilih Oli ? Apa itu SAE ?

Mungkin pertanyaan ini akan muncul pada rekan-rekan DTC ketika kita ingin mengganti oli pada taruna kita. Kali ini kami akan menjelaskan sedikit mengenai apa itu SAE / W / API dll yang ada pada kemasan oli yang akan kita gunakan. Yuuk kita simak bersama berdasarkan pencarian diberbagai sumber didunia maya.

Kode oli :

1. Mesin bensin – tanda ‘S’=Service

2. Mesin diesel – tanda ‘C’=Comercial

Kode API (American Petroleum Institute) :

Kode API diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.

– SN : utk mobil th 2011 s/d skrg

– SM : utk mobil th 2004 s/d 2011

– SL : utk mobil th 2001 s/d 2004

– SJ : utk mobil th 1996 s/d 2001

– SH : utk mobil th 1993 s/d 1996

– SG : utk mobil th 1988 s/d 1993

– SF : utk mobil th 1988 seblumnya

Kode SAE ( Society of Automotive Engineers )

Kode SAE 5w-20 , 5w-30 , 10w-30 , 10w-40 , 15 w-50, 20w-50

Angka sebelum huruf W adalah angka untuk kondisi suhu alam sekitar.
huruf W, merupakan singkatan dari Winter.

SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas.

Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun. Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE. Smakin dingin maka angkanya semakin kecil.

Angka setelah huruf W adalah angka kekentalan oli. Semakin kental maka angkanya semakin besar.

Kalau mau mengikuti panduan oli yg harus diminum mesin taruna biasanya ada di dalam kap mesin atau dibuku manual taruna. Biasanya kalau suhu di indonesia dominan menggunakan 15w-50 atau 20w-50, mau yang lebih encer lagi 10w-40 atau mau yang lebih encer lagi bisa pakai 10w-30

Yang perlu diperhatikan adalah kode API-nya.

Karena kode tersebut diperuntukkan untuk mesin berdasarkan tahun pembuatan dan sudah disesuaikan dengan kondisi matrial mesin tersebut.

Misalnya mobil tahun 2000 ingin menggunakan oli yang agak kental maka secara hitungan resmi per-olian menggunakan kode “20w-50 API SJ”

jika mobilnya tahun 2002, maka menggunakan kode “20w-50 API SL”

Jika ingin lebih encer spek olinya, maka tinggal diturunin angka setelah huruf  W tadi.

Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat mengacu pada :

API Service (American Petroleum Institute),

JASO (Japan Automotive Standard Association),

ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d’ Automobiles),

DIN (Deutsche Industrie Norm),

Acuan diatas akan menunjukan unjuk kerja (performance) pelumas, oli berdasarkan standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas international.

Semua Pelumas, oli baik mineral maupun synthetic sama – sama ada standar API-nya. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.

Pelumas synthetic atau Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

Mengenai judul olinya .. Mesran, Fastron, Shell, Top-1, Agip, Genuine, Repsol, dll . Silahkan dilihat dari kode-kode yg berlaku, kode tersebut sesuai atau tidak untuk umur kendaraan kita. Terima Kasih.

2 Responses to Bingung Pilih Oli ? Apa itu SAE ?

  1. anto says:

    sangat detil dan cerdas. trims penjelasannya.

  2. Zulkarnain says:

    Terima kasih atas penjelasannya…Sangat membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *